Karyo berubah menjadi babi di sepertiga malam, saat di mana sebagian orang lain sedang bersujud dan memohon datangnya pundi-pundi materi. Ia gemar melakukan itu setelah dirinya terkena pemutusan hubungan kerja sepihak dari perusahaan otomotif di kawasan timur ibu kota. Karyo kesal mendapati dirinya diperlakukan semena-mena. Maka dari itu ia menjadi babi dan terus menyenangi kegiatan barunya itu sampai hari ini.
Mula-mula ia hanya perlu tidur beberapa jam agar kondisinya terjaga sampai dini hari tiba. Dengan begitu ia bisa menjadi babi yang lincah dan pergerakannya tak mungkin bisa dideteksi oleh siapapun. Karyo tinggal meringkuk di lantai dengan posisi kedua tangan di samping kuping serta bokong yang menjulang ke langit-langit. Setelahnya tinggal tugas sang istri, Sumidah, untuk menjaga pencahayaan di ruang ritual. Konon cahaya perlu tetap menyala agar sang babi mampu melihat dalam keadaan gelap sekalipun.
Ibarat babi kecil yang sedang kelaparan, Karyo berkelana dengan semangat berapi-api. Keempat kaki kecilnya, dengan tubuh hitam dekil, menelusuri jalan sampai pada perumahan mewah. Ketika menjajaki kakinya di depan pagar serta tembok yang menjulang tinggi, sang babi hanya perlu bergeser sedikit ke area yang dirasa strategis. Setelahnya ia tinggal menggesek-gesek bokongnya ke area strategis itu dan, tak berapa lama, sang babi sudah mampu menghimpun banyak uang pada kandung kemihnya.




